MEKANISME PASAR DAN CONTOH KASUS

Nama : Adelia Nurfitrianingsih
NIM   : 1710411168

MEKANISME PASAR
DAN
CONTOH KASUS
Mekanisme pasar ialah kecenderungan dalam pasar bebas untuk terjadinya sebuah perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang (jumlah yang ditawarkan sama dengan jumlah yang diminta).  Teori ekonomi standar mengatakan bahwa meskipun pengaruh kelembagaan selain free market bisa saja menghasilkan alokasi yang efisien dan optimal. Dengan kata lain, jika pasar tidak eksis, alokasi sumber daya tidak akan terjadi secara efisien dan optimal. Dalam beberapa hal, mekanisme pasar tidak bisa bekerja secara optimal pada beberapa sumber daya alam.
Kemajuan yang telah dicapai berbagai perekonomian, terutama perekonomian negara-negara maju, membuktikan bahwa :
(i)                  Pada umumnya mekanisme pasar adalah sistem yang cukup efisien di dalam mengalokasikan faktor-faktor produksi dan mengembangkan perekonomian, tetapi
(ii)                Dalam keadaan tertentu ia menimbulkan beberaoa akibat buruk sehingga diperlukan campur tangan pemerintah untuk memperbaikinya.

Ø Beberapa kebaikan mekanisme pasar
Mekanisme pasar dapat mengalokasikan faktor-faktor produksi dengan cukup efisien dan dapat mendorong perkembangan ekonomi disebabkan karena ia memiliki beberapa kebaikan yang dijelaskan di bawah ini.
1.      Pasar dapat memberi informasi yang lebih tepat.
Pasar dapat memberi imformasi yang sangat berguna yaitu, dengan memberikan keterangan tentang harga barang dan samapai dimana besarnya permintaan kepada barang produksinya.
2.      Pasar memberi perangsang untuk mengembangkan kegiatan usaha
Keadaan pasar yang selalu berubah, mengalami pertambahan pendapatan, kemajuan teknologi serta pertambangan penduduk akan mengembangkan permintaan produksi, hal ini akan menambah produksi serta meningkatkan kegiatan ekonomi
3.      Pasar membuat perangsang untuk memperoleh keahlian modern
Untuk memperoleh hasil yang maksimal  teknologi modern haruslah digunakan, kemahiran teknik serta manajemen yang modern diperlukan
4.      Pasar menggalakkan penggunaan barang dan faktor produksi secara efisien
Dengan ditentukannya permintaan barang serta kelangkaannya akan besar juga harganya , ditambah lagi dengan kelangkaan pada barang. Artinya, harga faktor-faktor produksi yang berbeda, yang akan menentukan dasarnya permintaan dan ketersedianya akan menyebabkan pengusaha berusaha untuk menggunakannya secara efisien.
5.      Pasar memberikan kebebasan yang tinggi kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi.
Para pengusaha mempunyai kebebasan yang penuh untuk memilih jenis barang-barang yang akan diproduksinya serta jenis-jenis faktor produksi yang akan digunakan untuk menghasilkan barang-barang produksinya tersebut untuk mendapatkan pembayaran yang lebih mengguntungkan

Ø Beberapa kelemahan mekanisme pasar
Sampai sekarang, banyak orang yang tetap memberikan sokongan yang kuat kepada sistem mekanisme pasar. Mereka berkeyakinan bahwa mekanisme pasar adalah sistem yang paling baik untuk mengatur kegiatan ekonomiyang dilakukan masyarakat. Pada tahun 1980an sokongan tersebut dikemukakan lagi oleh seorang ahli ekonomiyang pernah mendapat hadiah Nobel, yaitu Milton Friedman. Sokongannya ini dikemukakan dalam buku, Free To Choose. Di samping mendapat banyak sokongan, sistem mekanisme pasar juga mendapat kritik. Kritik yang serring dikemukakan diterangkan di bawah ini.
1.      Kebebasan yang tidak terbats menindas golongan-golongan tertentu.
Persaingan yang sangat bebas menyebabkan golongan yang kuat akan menjadi lebih kuat lagi, artinya golongan mayoritas menidas golongan minoritas.
2.      Kegiatan ekonomi sangat tidak stabil keadaannya
Mekanisme pasar yang bebas menyebabkan perekonomian selalu mengalami kegiatan naik dan turun yang sangat tidak teratur
3.      Sistem pasar dapat menimbulkan monopoli
Tidak selalu mekanisme pasar itu merupakan suatu sistem pasar persaingan sempurna dimana harga dan jumlah barang yang diperjual belikan ditentukan oleh permintaan pembeli serta penawaran penjual yang banyak jumlahnya.
4.      Mekanisme pasar tidak dapat menyediakan beberapa jenis barang secara efisien.
Jasa-jasa seperti jalan raya untuk mempertinggi efisiensi lalu lintas , angakatan bersenjata dan polisi untuk keamanan serta ketertiban , serta rumah sakit untuk penyedian jasa kesehatan yang murah itu tidak dapat dilakukan oleh mekanisme pasar secara efisien , untuk dapat menyediakan jasa di atas diperlukan campur tangan pemerintahan.
5.      Kegiatan konsumen dan produsen mungkin menimbulkan “eksternalitas”
Eksternalitas adalah efek samping(buruk atau baik). Eksternalitas yang buruk itu seperti merugikan lingkungan atau sekitarnya untuk mendapat keuntungan yang lebih untuk dirinya sendiri. Eksternalitas yang baik itu menguntungkan lingkungannya namun masih mendapat keuntungan
                                    
Tujuan Campur Tangan Pemerintah
Kepincangan-kepincangan mekanisme pasar seperti yang baru dijelaskan di atas telah menimbulkan kebutuhan akan campur tangan pemerintah dalam perekonomian, berdasarkan kelemhan-kelemahan dari mekanisme pasar seperti yang telh diterangkan, dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan dari campur tangan pemerintah adalah untuk:
1.      Menjamin agar kesamaan hak untuk setiap individu tetap terwujud dan penindasan dapat dihindarkan
2.      Menjaga agar perekonomian dapat tumbuh dan mengalami perkembangan yang teratur dan stabil
3.      Mengawasi kegiatan-kegiatan perusahaa, terutama perusahaan-perusahaan besar yang dapat mempengaruhi pasar agar mereka tidak menjalankan praktek-praktek monopoli yang merugikan
4.      Menyediakan “barang bersama” yaitu barang-barang seperti jalan raya. Poisi dan tentara, yang penggunaanya dilakukan secara kolektif oleh masyarakat untuk mempertinggi kesejahteraan sosial masyarakat
5.      Mengawasi agar “eksternalitas” kegiatan ekonomi yang merugikan masyarakat dihindari atau dikurangi masalahnya


PERMINTAAN
a.          Pengertian
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Supaya lebih akurat kita memasukkan dimensi geografis, misalnya ketika berbicara tentang permintaan pakaian di Jakarta, kita pasti berbicara tentang berapa jumlah pakaian yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga dalam satu periode waktu tertentu, per bulan atau per tahun, di Jakarta.

b.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi
o    Harga barang itu sendiri
o    Harga barang lain yang terkait
o    Tingkat pendapatan per kapita
o    Selera atau kebiasaan
o    Jumlah penduduk
o    Perkiraan harga di masa mendatang
o    Distribusi pendapatan
o    Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan

c.       Fungsi Permintaan
Fungsi permintaan adalah permintaan yang dinyatakan dalam hubungan matematis dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dengan fungsi permintaan, maka kita dapat mengetahui hubungan antara variabel tidak bebas (dipendent variable) dan variabel-variabel bebas (independent variables).

d.      Skedul dan Kurva Permintaan
Skedul permintaan adalah daftar hubungan antara harga suatu barang dengan tingkat permintaan barang.

e.       Kasus Pengecualian
Sebelumnya kita telah menjelaskan tentang hukum permintaan. Adakalanya hukum permintaan tidak berlaku, yaitu kalau harga suatu barang naik justru permintaan terhadap barang tersebut meningkat. Paling tidak ada tiga kelompok barang dimana hukum permintaan tidak berlaku.

1)      Barang yang Memiliki Unsur Spekulasi
Contohnya emas, saham, dan tanah(di kota). Barang-barang itu dapat menyebabkan orang akan menambah pembeliannya pada saat harga naik, karna ada unsur spekulasi untuk mendapatkan keuntungan.

2)      Barang Prestise
Barang yang dapat menambah prestise seseorang yang memilikinya, yang umumnya berharga mahal sekali. Kalau barang tersebut naik harganya, boleh jadi menyebabkan permintaan terhadap barang itu meningkat, karena bagi orang yang membelinya merasa gengsinya naik. Contohnya adalah mobil mewah, lukisan dari pelukis terkenal, atau barang-barang antik.

3)      Barang Giffen
Untuk barang giffen, apabila harganya turun maka jumlah barang yang diminta pun akan berkurang. Hal ini disebabkan karna efek pendapatan yang negatif dari barang giffen lebihbesar daripada naiknya jumlah barang yang diminta. Dalam hal ini, apabila suatu barang harganya turun, maka pendapatan nyata konsumen bertambah. Pendapatan nyata adalah pendapatan yang berdasarkan daya beli, artinya sudah memperhitungkan faktor kenaikan atau penurunan harga. Pendapatan yang belum memperhatikan faktor perubahan harga dinamakan pendapatan nominal atau money income.


PENAWARAN
a.   Pengertian
      Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual pada berbagai tingkat harga selama satu periode waktu tertentu.
Hukum Penawaran :
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
b.  Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
1)      Harga barang itu sendiri
     Jika harga suatu barang naik, maka produsen cenderung akan menambah jumlah barang yang dihasilkan. Hal ini kembali lagi pada hokum penawaran.
2)      Harga barang lain yang terkait
     Apabila harga barang subtitusi naik, maka penawaran suatu barang akan bertambah, dan sebaliknya. Sedangkan untuk barang complement, dapat dinyatakan bahwa apabila harga barang komplemen naik, maka penawaran suatu barang berkurang, atau sebaliknya.
3)      Harga faktor produksi
     Kenaikan harga faktor produksi akan menyebabkan perusahaan memproduksi outputnya lebih sedikit dengan jumlah anggaran yang tetap yang nantinya akan mengurangi laba perusahaan sehingga produsen akan pindah ke industry lain dan akan mengakibatkan berkurangnya penwaran barang.
4)      Biaya produksi
     Kenaikan harga input juga mempengaruhi biaya produksi. Bila biaya produksi meningkat, maka produsen akan menbgurangi hasil produksinya, berarti penawaran barang berkurang.
5)      Teknologi produksi
     Kemajuan teknologi menyebabkan penurunan biaya produksi, dan menciptakan barang-barang baru sehingga menyebabkan kenaikan dalam penawaran barang.
6)      Jumlah pedagang/penjual
     Apabila jumlah penjual suatu produk tertentu semakin banyak, maka penawaran barang tersebut akan bertambah.
7)      Tujuan perusahaan
     Tujuan perusahaan adalah memaksimumkan laba buka hasil produksinya. Akibatnya tiap produsen tidak berusaha untuk memanfaatkan kapasitas produksinya secara malksimum, tetapi akan menggunakannya pada tingkat produksi yang akan memberikan keuntungan maksimum.
8)      Kebijakan pemerintah
     Kebijakan pemerintah untuk mengurangi komoditas impor menyebabkan supply dan keperluan akan kebutuhan tersebut dipenuhi sendiri sehingga dapat meningktakan penawaran.
Kurva Penawaran : Suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan. yang dimana apabila jumlah sesuatu barang yang sanggup ditawarkan oleh pada suatu tingkat harga dan tempo masa tertentu.

CONTOH KASUS :

KENAIKAN HARGA BAHAN PANGAN MENJELANG LEBARAN

Memasuki bulan puasa dan Lebaran, hampir bisa dipastikan harga komoditas pangan akan merayap naik. Pola kenaikan harga pangan ini selalu berulang terjadi setiap tahunnya dan menyasar hampir seluruh bahan pangan strategis yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Harga sejumlah komoditas pangan ini akan semakin melambung tinggi ketika mendekati Lebaran.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan saat bulan puasa dan menjelang Lebaran ini terjadi bukan semata karena ulah pedagang yang ingin mengeruk keuntungan lebih pada momen khusus ini, melainkan juga karena dipicu kenaikan di jalur distribusi dan logistik. Kenaikan harga pangan adalah efek domino akibat terjadinya pergerakan permintaan pasar yang kemudian memicu rentetan hukum pasar: permintaan naik, maka harga pun otomatis akan naik.

Dalam kalkulasi umum, jika kenaikan harga komoditas pangan pada bulan puasa dan menjelang Lebaran masih berkisar kurang lebih 20%, hal tersebut masih dianggap normal.

Tetapi lain soal ketika kenaikan harga pangan mencapai angka lebih dari 20%, bahkan seperti tahun lalu ketika kenaikan harga pangan sempat mencapai 40% hingga 50%. Harga pangan yang melonjak hingga 40% lebih tentu menyebabkan pos pengeluaran masyarakat pada bulan puasa dan menjelang Lebaran naik drastis.
 
Konsumsi Meningkat 
Meskipun selama bulan puasa dan menjelang Lebaran, pemerintah selalu melakukan operasi pasar, mengeluarkan stok dari Bulog untuk didistribusikan ke pasar, dan mengembangkan berbagai langkah intervensi untuk mencegah serta mengendalikan agar harga pangan tidak melonjak, berbagai upaya yang dilakukan umumnya tidak terlalu berdampak signifikan. Di pasar, kenaikan harga komoditas seolah tetap tak terbendung karena dipengaruhi berbagai faktor.

Pertama, berbeda dengan hakikat puasa saat masyarakat muslim seharusnya lebih menahan diri dan mengurangi hawa nafsu untuk terus mengonsumsi, dalam kenyataan selama bulan puasa, biasanya konsumsi dan belanja masyarakat justru meningkat. Di pasaran, komoditas yang laris manis bukan hanya pakaian untuk persiapan Lebaran keluarga, sering kali juga sejumlah komoditas pangan sehari-hari.

Di berbagai keluarga, sudah lazim terjadi selama bulan puasa, konsumsi yang disediakan untuk berbuka dan sahur biasanya justru lebih banyak daripada hari-hari biasa. Studi yang pernah saya lakukan tentang pola konsumsi masyarakat (2016) menemukan, selama bulan puasa, pos pengeluaran keluarga untuk pangan umumnya justru naik sekitar 25% hingga 100% alias dua kali lipat dari kebiasaan pada hari-hari biasa.

Naluri seorang ibu yang ingin menjaga dan menjamin kesehatan keluarganya, adalah salah satu penyebab kenapa konsumsi masyarakat selama bulan puasa justru meningkat.

Kedua, karena ulah para spekulan dan pedagang di pasar yang berkeinginan memperoleh keuntungan besar pada hari-hari tertentu yang hanya mereka nikmati setahun sekali ini. Kepentingan para spekulan dan pedagang yang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya dalam tempo cepat, sering menjadi pemicu utama terjadinya kenaikan harga pangan di pasaran. 

Hasrat dan psikologis masyarakat yang dipenuhi rasa gembira dan ucapan syukur, ditambah dorongan emosi untuk berbelanja lebih selama bulan Ramadan yang  tidak bisa dijelaskan secara rasional, pada akhirnya ditangkap sebagai peluang yang menguntungkan oleh para spekulan.

Ketiga, karena perbedaan ketersediaan stok pangan di berbagai daerah yang belum didukung pola distribusi yang memadai. Bukan tidak mungkin terjadi, di sebuah daerah, stok pangan berlimpah, sedangkan stok pangan di daerah yang lain justru mengalami kelangkaan karena tidak lepas dari buruknya infrastruktur yang mengakibatkan distribusi pangan terganggu. 

Dengan adanya jalur tol laut yang telah dicanangkan pemerintah, di atas kertas seharusnya distribusi pangan ke berbagai daerah dapat lebih cepat dilakukan. Namun, masalahnya karena peta tentang ketersediaan pangan di berbagai daerah belum terdata dengan baik, maka sering terjadi upaya distribusi dan upaya untuk meredam terjadinya gejolak harga pangan menjadi terlambat.
 
Upaya Meredam 
Untuk memastikan agar harga pangan di pasaran tidak bergejolak selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, pemerintah telah  memutuskan untuk mengambil tindakan tegas kepada semua pihak yang mencoba “mengail di air keruh”. Bagi para spekulan, distributor dan tengkulak yang mencoba melakukan penimbunan stok pangan untuk dimainkan harganya, pemerintah telah bertekad untuk melakukan tindakan tegas, mulai dari penyegelan, penyitaan hingga membawa kasus itu ke ranah hukum untuk efek penjeraan. 

Sejauh mana pendekatan yang mengancamkan sanksi kepada para spekulan ini bakal berhasil, tentu masih harus diuji oleh waktu. Menindak tegas semua pihak yang secara egois ingin memanipulasi momen bulan Ramadan untuk mengeruk keuntungan, memang sudah seharusnya dilakukan. Namun, untuk memastikan upaya yang dilakukan benar-benar efektif di lapangan, maka yang dibutuhkan sebetulnya tidak hanya langkah-langkah hukum.
Pendataan yang benar-benar lengkap mengenai jumlah stok dan pasokan pangan di berbagai daerah, mutlak dibutuhkan untuk menjamin langkah antisipasi dan distribusi penyediaan pangan bagi konsumsi masyarakat. Data ketersediaan pangan yang dinamis ini perlu dimiliki. Sebab dengan mengacu data itu akan dapat dikembangkan mekanisme distribusi pangan yang saling mengisi dan bertukar komoditas antardaerah satu dengan daerah yang lain. 

Di tingkat pusat, pemerintah seyogianya tidak cukup berpuas diri hanya dengan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional. Pengertian swasembada pangan akan benar-benar membumi jika ketersediaan pangan secara nasional kemudian dapat didistribusikan secara merata ke berbagai daerah sesuai kebutuhan masyarakat setempat. 

Dalam hal ini, kerja sama pemerintah pusat dan daerah mutlak diperlukan untuk memastikan pendataan ketersediaan pangan dapat terus di-update, dan kemudian dijadikan acuan untuk mengatur pola distribusi pangan mengantisipasi gejolak harga pangan di berbagai daerah. Jangan sampai terjadi setiap bulan puasa masyarakat harus mengeluarkan dana yang besar untuk memenuhi kebutuhan pangan karena menjadi objek permainan para spekulan yang tidak bertanggung jawab. 

Daftar Pustaka
·        Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi, Edisi Ketiga, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2005
·        Slamat Dahlan, Manajemen Mikroekonomi, Edisi Kelima. Jakarta, FEUI, 2005

Komentar

  1. Casino | Dr.MCD
    양주 출장마사지 Casino › Casino 과천 출장샵 Casino The casino's location is 동두천 출장샵 just 1.2 miles from the Las Vegas Strip. It's a 구리 출장마사지 casino, and it provides a wide variety 동해 출장샵 of slots, table games and entertainment. Dr.MCD has

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[PRESS RELEASE] Kegiatan Abdimas Literasi Media di SMAN 34 Jakarta